IP Kecil Siapa Takut....

,

Bismillahirrohmanirrohim...

Jumpa lagi ama penulis...kali ini diriku mo bagi-bagi spirit nih...bolehkan...? Boleh donx tentunya...

Kali ini saya mau berceloteh tentang "IP"(nilai untuk para mahasiswa itu loh...). Terinspirasi dari seorang teman yang curhat tentang nilai IP nya.

Udah ketebak donx maksudnya. Yupz...benar itu dia maksudnya...

Sang teman bercerita bahwa dia mendapatkan IP yang kurang memuaskan. Perjuangan sudah mati-matian. Mondar sana sini ngejar-ngejar dosen untuk kasih keringanan. Tapi tidak sesuai harapan nilai IP tetap tidak bisa diganggu gugat. Begitu mungkin kurang lebih.

Ayolah kawan dunia belum kiamat...

Jadikanlah IP di semester 1 sebagai "per" atau "pegas" buat kamu. Coba bayangkan sebuah "per". Sebuah "per" akan meloncat lebih tinggi jika ditekan sampai bawah. Semakin ditekan maka loncatannya semakin tinggi. Gak percaya? Coba deh di rumah. Nah, itu perumpamaannya. Semangat adalah kuncinya. Terus berusaha, bergerak, dan bertindak.

"Wah penulis gak tau sih rasanya kayak gimana..."

Eit jangan salah, saya pernah merasakannya juga kok. Dan memang pahit rasanya. Tapi kan sesuatu yang pahit itu baik. Obat aja rasanya pahit kan...he2. Makin pahit makin mujarab loh...

"Tapi aq masih kecewa loh,"

Sekarang daripada terus-menerus memikirkan kekecewaan mending siap-siap untuk tantangan selanjutnya yaitu semester-semester berikutnya. Setelah kesulitan itu ada kemudahan kan...Modal yang harus kita miliki yaitu sebuah keyakinan. Semakin kuat keyakinannya maka semakin kuat pula semangatnya dan semakin kuat tindakannya, pada akhirnya semakin kuat keyakinannya dapat tercapai. So, yakinlah kita pasti bisa.

Anggaplah ini adalah kelahiran kedua anda. Awal dari kebahagiaan anda. Yah itu dia kebahagiaan. Ngomong-ngomong soal itu, kebahagiaan akan lebih terasa ketika kita keluar dari kesulitan. Contohnya gini, kita kan suka ujian. Diumpamakan ujian Matematika. (ya ampun pelajaran yang bikin sutres...hihi). Suatu ketika ujian matematika seseorang nilainya jeblok, bahkan bukan satu dua kali aja tapi berkali-kali, remidial lagi remidial lagi (beuh naasnya...), akan tetapi karena udah gregetan dia terus bekerja keras supaya nilainya bagus. Dan akhirnya dengan perjuangan yang sangat melelahkan dia pun mendapatkan nilai yang sangat memuaskan bahkan lebih daripada yang ia bayangkan. Wah dia merasakan kebahagiaan yang sangat sangat sangat menakjubkan. Lebih bahagia daripada ketika mendapatkan pulsa nyasar...hihi...Cerita ini beneran loh, kisah nyata.

Ok...sekarang kita semua harus raih kebahagiaan itu. Raihlah dengan terus belajar dan kerja keras, dan kunci dari keduanya adalah do'a. Yaitu do'a orang-orang disekitarmu.

Now, seka air matamu, bukalah hati dan pikiranmu, bangkitlah dan yakin harapan itu masih ada. Berjuanglah kawanku jalan itu masih terbentang...

Akhirnya sampailah di penghujung acara, semoga bermanfaat ya...sekali lagi tetap SEMANGAT ok...

3 comments:

  1. hmmm dengan berawal dari tulisan ini
    aku berdoa semoga teteh bisa menjadi trainer akhwat yang mampu memotivasi para akhwat menuju nilai nilai kehidupan yang lebih baik...

    oke ! (-.^)

    kembangkan pola berpikir dan kreatif dalam besolusi

    serta tetap berpikir merdeka (hohoho nyontek teknokra nih)

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah...Iya nenx Esy kita berjuang sama2...walau jln kita berbeda, tp aq yakin kt punya tujuan yang sama...ciptakan kolaborasi penuh ukhuwah...okey...

    ReplyDelete

Subscribe