Sahabat Sejati


Seraut wajah yang bertandang
Memercikan sedikit gurauan
Antara hiasan perangai bidadari-bidadari yang tersesat
Berbias dengan cahaya menyilaukan mata hati

Sedikit berbisik
Kembali memelaskan jiwanya yang lara
Bersandar dan tersadar di hempasan kerinduan
Tak terucap lagi untaian kata memecah kesunyian
Lebih suka pada mimpi yang menenggelamkan

Saat terbangun terbawa arus nyata
Berbalik menengok ke sapuan ombak yang lampau
Tak layak kembali di ingat pahit yang hitam

Berbalik terbangun kembali
Bergandengan...
Saling merangkul bersama cahaya yang nyata
Sahabat sejati pembawa kebenaran...

No comments:

Post a Comment

Subscribe