Sesal

Berbinar hati bertautan
Salah mengoyak janji di atas derita kasihnya

Buruk...

Seujung jemari menari di kutipan pagi ini
Beranjak dan menggertak tanpa berbisik
Lihatlah dia tak mampu berbuat
Jiwanya terikat bersama hamba-hamba yang menyedihkan


Bias cahaya tak membuat silau
Gelap berbalut kesenanganlah yang ia tahu
Lebih lebih ketika padamnya lentera hidupnya
Gulita menyelimutinya dengan rasa takut


Simpan saja penyesalan didalam ocehan-ocehanmu yang lalu
Lebih suka menutup mata
Lebih suka menutup telinga
Lebih suka menutup hati

Meraung tak sanggup tertahan
Menahan timpahan batu besar berupa pasir yang lembut
Bisik lirih bersenandung
Menyikap diri dengan malu
Malu tak terampuni di samarkan cintanya

Buta...
Tuli...
Kering...
Gersang...

Naudzubillah...

No comments:

Post a Comment

Subscribe