dua timur dan dua barat


aku berjalan di persimpangan dua timur dan dua barat

dibalik bijih-bijih pagi yang mulai bersenandung embun

parafrase mulai tersusun seperti pecahan mosaik yang kumainkan

antara ingatan dan kenangan, juga kenyataan dan keidealisan

frase-frase timpang bergeliat menemukan keseimbangan



saat aku berjalan di persimpangan dua timur dan dua barat

aku yakini tak ada suatu jalan yang tak bertemu di sudut horison

pada saat celotehanku habis tentang embun yang bertetesan

kuingin rima tegas seperti Sang Pemimpin Unta

yakin. tanpa ragu tunjukkan bentuk sempurna dari arti sebuah nama



aku membuat arah baru. bukan dua timur dan dua barat

untuk apa aku menyebut mereka selatan, utara, timur, barat

jika mereka selalu bersinggungan seperti ini?

maka, aku satukan dua timur dan dua barat itu

kupatahkan garis barat dan kulengkungkan garis utara

agar mereka utuh, sayang

jangan kau marah padaku, menganggapku kejam

karena kini mereka bersatu dalam jelaga waktu

By : Prima Helaubudi

No comments:

Post a Comment

Subscribe