Melapangkan Dada dengan Berbuat Baik

Keindahan itu seindah namanya, kebajikan itu sebajik wujudnya, kebaikan itu sebaik rasanya. Orang yang pertama kali merasakan manfaat dari membahagiakan orang lain adalah orang yang melakukannya. Mereka akan memetik buahnya seketika dalam jiwa, akhlak, dan nurani mereka, sehingga merasakan kelapangan, ketentraman, ketenangan, dan kedamaian.

Saat diri kita diliputi kesedihan atau disiksa oleh kegundahan, maka berbuat baiklah pada orang lain, niscaya kita akan mendapatkan 'jalan keluar' dan kedamaian di hati dan jiwa. Gak percaya? Monggo dicoba.

Sedekahilah orang yang papa, tolonglah orang yang terzalimi, bantulah orang yang kesusahan, jenguk orang yang sakit, bantu orang yang terkena musibah, maka kita akan diliputi kebahagiaan di semua sisi kehidupan. Masih gak percaya. Sekali lagi monggo just do that.

Perbuatan baik laksana wewangian yang tidak hanya memberikan keharuman bagi pemakainya, tapi juga bagi orang yang disekitarnya. Begitu pula manfaat psikologis kebaikan itu terasa seperti obat-obatan manjur yang tersimpan di apotek orang-orang yang berhati baik dan bersih.

Menebar senyum kepada orang lain merupakan kebaikan yang ringan tapi berdampak besar (tidak berlaku bagi orang yang senyum-senyum sendiri, hehe). Dan kemuraman wajah merupakan genderang permusuhan sengit dengan orang lain.

Untuk yang merasa terancam dengan himpitan kesengsaraan, kecemasan, dan ketakutan, yuk menuju kebun kebaikan lalu sibukkan diri dengan memberi, mengunjungi, menjenguk, membantu, dan menolong. Dengan itu niscaya kita akan meraih kebahagiaan dari semua sisi; rasa, warna, dan hakikatnya.

Ok guys and girls just do that...^^

2 comments:

  1. muantapp...semua itu kalau kita semua menyadari akan hal ini, niscaya kita pasti akan selalu merasa bersyukur dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  2. sedikit mengingatkan,..kenikmatan berbagi..

    ReplyDelete

Subscribe